Aneh Tapi Nyata, Sepuluh Polisi Tidak Kuat Mengangkat Meja di Rumah Almarhum Dodi Triono

Posted on

rumah-dodi-triono_20170105_220950-iloveimg-compressed

Setelah terjadinya peramp0kan sad1s di Perumahan Pulomas, Jakarta Timur yang menewaskan enam orang di dalam rumah tersebut, kejadian aneh pun mulai terjadi.

Di dalam rumah mewah yang bergaya minimalis itu, pihak kepolisian mencoba untuk membersihkan barang-barang yang ada di dalam rumah.

Kejadian yang sempat menghebohkan para petugas kepolisian adalah ketika meja yang berada di rumah tersebut yang sangat sulit untuk dipindahkan.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, dari tayangan acara SILET RCTI, sebanyak 10 petugas kepolisian yang sedang berada di dalam rumah berusaha untuk mengangkat meja yang ada di rumah tersebut, tetapi tidak bisa juga untuk dipindahkan.

Dijelaskan Kapolsek Pademangan, Kompol Andi Baso Rahman awalnya tidak terangkatnya meja disinyalir karena banyak barang-barang yang ada di dalam meja tersebut.

dodi_20161228_094626-iloveimg-compressed

Meja pun tidak jadi dipindahkan. Kejadian aneh kembali terjadi, akhirnya meja tersebut bisa dipindahkan setelah pihak keluarga menggelar tahlilan.

Tidak oleh 10 orang lagi, tetapi hanya tiga orang yang memindahkan meja tersebut dan bahkan di dalam meja ternyata tidak berisi barang-barang.

“Satu meja itu mau diangkat oleh 10 orang, sempat tidak bisa terangkat. Tapi setelah dilaksanakan tahlilan di situ, kemarin cuma tiga orang yang ngangkat, bisa.”

Memang kalau lain-lain sih gak ada, karena belum saya tanyakan anggota.  Tapi yang saya terima terakhir dari beberapa tukang penyampaiannya juga begitu.

“Tapi saya sampaikan mungkin barang-barangnya berat. Tapi tidak ada yang dikeluarkan juga setelah tahlilan itu.”
Sementara putri almarhum Dodi Triono yang masih selamat, Zanette Kalila Azaria juga tidak mau menempati kembali rumah tersebut.

Baca juga:  Melihat Sekolah di Pedalaman NTT: Siswa Kurang Gizi, Telat Baca hingga Tak Bisa Berbahasa Indonesia

Anet, panggilannya bahkan meminta bantuan dari pihak kepolisian ketika akan memasuki rumahnya tersebut, agar bisa didampingi. Dijelaskan Andi, Anet sudah ingin bersekolah kembali, sehingga bermaksud akan mengambil pakaian yang ada di rumahnya dan meminta pendampingan.

“Anet sudah mulai pengen sekolah kembali. Kemarin menghubungi kami untuk membantu mengambilkan pakaian sekolahnya. Kemarin dari menteri sosial juga akan membantu. Kemudian menteri pendidikan juga akan membantu.”

Psikolog, Bunda Romi mengatakan bahwa Anet memerlukan pendampingan, apalagi dengan keterbatasan yang dimiliki oleh Anet.

“Orang yang ditinggalkan salah satunya anak perlu pendampingan. Apalagi dengan keterbatasan anak ini. Akan sulit bagi dia sedalam apa perasaan, luka atau trauma yang dialami terhadap situasi yang terjadi. Walaupun kita berusaha mendapatkan informasi itu, kalau tiap kali ditanyakan terus-terusan itu tidak baik. Karena anak itu akan membuka atau mengingat lukanya kembali.”

Sementara itu ketua RT setempat mengatakan jika rumah tersebut sementara ditinggali oleh keluarga.
“Ada keluarga yang menempati sementara untuk jaga malem aja. Ya mungkin dari staf-stafnya.”

Gravatar Image
Berbagi berita unik dan terkini
close