Heboh Isu Mi Instan dan Penyedap Mengandung Babi.. MUI: “Itu Hoax!!”

Posted on

664xauto-bumbu-penyedap-dan-mie-instan-ada-unsur-babi-ini-kata-mui-1701097-iloveimg-compressed

Masyarakat beberapa waktu yang lalu sempat dibuat heboh dengan kabar yang menyebut adanya kandungan babi di dalam produk bumbu penyedap dan mi instan. Padahal, pada kemasan setiap produk-produk tersebut telah mencantumkan sertifikat Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, mengeluarkan klarifikasi untuk menjawab keresahan masyarakat tersebut. LPPOM MUI menyatakan bahwa tidak menemukan kandungan babi dalam setiap produk-produk yang dikhawatirkan tersebut.

” Berdasarkan hasil audit/penelusuran bahan tidak ditemukan adanya kandungan babi sehingga MUI mengeluarkan sertifikat halal,” ujar Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim, sebagaimana dikutip dari laman halalmui.org, Senin 9 Januari 2017.

Wakil Direktur LPPOM MUI Oesmawa Gunawan membenarkan adanya surat edaran tersebut. Klarifikasi ini dilakukan sebagai salah satu bentuk klarifikasi LPPOM MUI atas sejumlah kabar bohong yang sudah beredar di dunia maya.

” Sekarang ini kan banyak hoax (kabar bohong), maka kita harus berbicara dengan data,” ujar Oesmawa.

Oesmawa juga mengatakan, sebenarnya pengujian terhadap produk-produk tersebut sudah lama dijalankan oleh LPPOM MUI dan hasilnya tidak terbukti adanya penggunaan bahan baku yang berunsur babi. Dia juga menegaskan bahwa LPPOM MUI memiliki standar cukup ketat dalam menjalankan pengujian terhadap suatu produk.

” Kami sudah punya standar, kami sudah melakukan pengujian cukup lama. Jadi, insya Allah yang diuji MUI valid,” ucap Oesmawa.

Dia menambahkan, bahwa tidak ada masalah terkait dengan produk bumbu penyedap dan mi instan yang dikabarkan mengandung unsur babi. Surat edaran yang diterbitkan merupakan suatu bentuk penegasan atas sertifikasi halal pada setiap produk-produk tersebut.

Baca juga:  Seorang Wanita Penjaga Tol Ini Alami Perlakuan Kasar dari Seorang Pria, Videonya Viral di Facebook

” Ini untuk mempertegas saja. Sebenarnya tidak ada masalah, cuma karena banyaknya hoax, kami merasa bertanggung jawab memberikan klarifikasi,” ucap Oesmawa.

Produk Masako, MSG Ajinomoto, Sajiku, Saori dari PT Ajinomoto Indonesia mengantongi sertifikat Halal MUI dengan nomor 0006008910908 berlaku hingga 24 November 2017.

Produk Indomie dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengantongi sertifikasi Halal MUI bernomor 00090000300799. Sertifikat ini berlaku sampai 27 September 2018.

Sementara untuk produk Royco dari PT Unilever Indonesia Tbk mengantongi sertifikat Halal MUI bernomor 00060046730108 yang berlaku hingga 23 Maret 2018. Produk ini juga telah mengantongi sertifikat Halal MUI bernomor 00060028330204 hingga 20 September 2018.

” Hasil analisis laboratorium dari sampel pasar yang menggunakan metode real time PCR juga menguatkan hasil audit yang telah dilakukan sebelumnya yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan babi dalam setiap produk-produk tersebut,” kata Lukman.

Gravatar Image
Berbagi berita unik dan terkini