Pelajar di Semarang ini Tertangkap Basah “Oplosan” dan Nonton Film P0rn0 Rame-rame di ALun-alun

Posted on

pemabuk-tidur-di-halaman-parkir-polsek-ungaran_20161212_093502-iloveimg-compressed

MS (18), seorang siswa kelas 12 sebuah SMK di Kota Semarang, pada Minggu dini hari diamankan oleh petugas patroli Polsekta Ungaran.

Seperti yang dilansir dari laman tribunnews.com, Ia kedapatan sedang “oplosan” di kawasan Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, bersama dengan sejumlah rekannya. Parahnya lagi, sambil menenggak miras, MS dan kawan-kawannya juga menonton film p0rn0 dari layar ponselnya.

Berawal dari laporan sejumlah warga kepada polisi, MS dan kawan-kawannya akhirnya diamankan oleh petugas Polsekta Ungaran. Di hadapan petugas, MS tidak mengakui jika film-film p0rn0 di ponsel tersebut adalah miliknya.

“Sumpah, Pak, itu bukan milik saya pak. Saya hanya nongkrong lalu tertangkap polisi,” kata MS.
Tetapi petugas tidak percaya begitu saja dengan keterangan MS dan terus memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan kunci dan menjebak.

Hingga akhirnya MS pun mengakui jika ponsel tersebut adalah miliknya.
Ada sekitar 30 film p0rn0 di ponsel tersebut yang diakui MS sudah dikoleksi sejak ia masih duduk di bangku SMP atau sekitar empat tahun yang lalu.

“Berani sumpah poc0ng saya, Pak, saya belum pernah berbuat cabu1,” katanya.
Kapolsekta Ungaran, AKP Muh Aslam mengatakan, selain menangkap tiga pemuda, termasuk MS, pihaknya juga mengamankan tiga unit sepeda motor beserta satu telepon genggam merk Samsung warna putih.

“Terhadap MS kami akan panggil guru bimbingan konseling (BK)-nya,” kata Aslan.
Sementara itu, pada malam yang sama, Petugas Polsekta Ungaran juga menggelar operasi penertiban balap liar di kawasan Jalan Diponegoro, Kabupaten Semarang.

Baca juga:  Astaga, BPOM Temukan Bakteri E-coli dan Coliform di Bebiluck

Kali ini ada 11 unit sepeda motor yang diamankan oleh petugas. Kebanyakan unit sepeda motor tersebut sudah dimodifikasi.
Aslam mengatakan, penertiban itu dilakukan di tiga titik di kawasan pertokoan Gowongan, ruko Undaris, dan minimarket Pundung Putih.

“Sasarannya adalah peserta balap liar, penonton dan ‘peminum’. Giat ini kami lakukan karena aktivitas balap liar sangat meresahkan dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” terangnya.

Pemotor yang terjaring wajib menulis surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya.
“Juga memperlihatkan STNK dan BPKB kendaraan. Khusus sepeda motor modifikasi, pemilik wajib mengembalikan spesifikasi motor seperti semula,” pungkasnya.

Gravatar Image
Berbagi berita unik dan terkini