Sakit Stroke, Kakek Sebatang Kara Ini Bertahun-tahun Terlantar di Bekas Pos Retribusi Madiun

Posted on

kakek-terlantar_20170110_153432-iloveimg-compressed

Seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Saradan, Bripka Eko Purnomo, membawa seorang kakek yang sudah bertahun-tahun hidup terlantar sebatang kara di bekas pos penarikan retribusi LLAJ Lemah Abang ke Rumah Sakit Panti Waluyo, Kabupaten Madiun.

Dilansir dari laman tribunnews.com, sebelumnya cerita kehidupan kakek yang mengalami gangguan berbicara itu sudah menjadi viral di media sosial Facebook.

Beberapa akun Facebook yang sudah mengunggah foto kakek sebatang kara ini mendapatkan banyak sekali tanggapan dari berbagai pihak.

Salah satu akun Facebook yang mem-posting kehidupan kakek itu Bundane Dhoni Kdar. Dalam postingan itu, ia menceritakan tentang seorang kakek yang menderita stroke hidup dan tinggal di bekas pos polisi yang sudah rusak.
Sang kakek sehari-hari hidup dari pemberian orang lain. Dia seringkali menahan rasa lapar karena tidak ada yang memberinya makanan.

“Itu anggota saya yang selamatkan. Dia menyelamatkan kakek itu karena pemerintah desa dan pemerintah kecamatan sudah beberapa kali bersurat ke Dinas Sosial Kabupaten Madiun untuk penanganan sang kakek tetapi tidak direspons,” ujar Kapolsek Saradan, AKP Martinus Tjanu.

Dia juga mengatakan kalau kakek itu sudah bertahun-tahun tinggal di pos eks LLAJ. Untuk bertahan hidup, sang kakek hanya mengandalkan belas kasih dari orang-orang yang lewat saja.

“Kakek itu hanya mengharapkan dari orang yang lewat dengan memberi minum dan makanan,” kata Tjunu.
Dia mengatakan, dalam dua tahun terakhir dia dan pemerintah kecamatan sudah mengirimkan surat ke Dinas Sosial Kabupaten Madiun tentang kondisi sang kakek. Namun, dinas tidak juga kunjung merespons.

Baca juga:  Menyedihkan, Bocah 3 Tahun Ini Ditinggal Pergi Ibunya Setelah Ayahnya Meninggal

“Mereka hanya datang melihat saja tetapi tidak ada tindak lanjut. Makanya kemarin kami ambil tindakan dengan membawa sang kakek ke rumah sakit,” ujar Tjanu.

Dia khawatir, jika tidak segera ditangani dan kemudian meninggal, maka si kakek akan tetap menjadi urusan polisi.
Oleh karena itu, dia memutuskan kalau kakek itu harus dibawa ke rumah sakit saja.

“Setelah kami serahkan ke rumah sakit maka pihak rumah sakit yang nanti akan berkoordinasi dengan dinas sosial terkait biaya pengobatan dan perawatan sang kakek itu,” kata Tjanu.

Saat ini, sang kakek masih dirawat intensif di rumah sakit. Petugas belum mengetahui nama kakek tersebut karena masih susah untuk diajak berkomunikasi.

Gravatar Image
Berbagi berita unik dan terkini